Jumat, 19 September 2014

"Ta'lim Jum'at, 19/09/'14" Meneladani Hanifnya Ibrahim as. (MHI)-3 s.d. 7

Ta'lim Jum'at, 19/09/'14


Sahabat Al-Azhar Peduli Ummat
Komunitas Ta'lim jum'at Rohimakumullah
Berhubung banyak permintaan mengenai tema " Meneladani Hanifnya Ibrahim as. (MHI)" segera dituntaskan, sementara pertemuan kita hanya di hari Jum'at saja, untuk itu  materi hari ini akan saya rapel lanjutan dari sebelumnya MHI-3 sd. 7
dan mulai hari ini akan di email blas melalui sistem email Al Azhar Peduli Ummat.
Semoga berkenan

" Meneladani Hanifnya Ibrahim as.(MHI)-3 s.d. 7"

Lanjutan...(MHI-3)

Hanief (berpihak kpd Allah) atau kpd diri.
Sesudah Allah mengutus Ibrahim menjadi salah seorang rasulNya, dan Ibrahim pun bertawajjuh dg menyatakan hanief. Ibrahim pun menyampaikan da'wah tauhid kpd ayahnya, kaumnya bahkan rajanya, Namrud, seorang tiran yg menobaykan dirinya juga sbg tuhan. Ternyata mendapat tentangan yg luar biasa.QS.21:51-56.

Dg bersenjatakan kapak Ibrahim membabat patung2 yg disembah mereka lalu disisakan satu yg paling paling besar, lalu kpaknya diikatkan di pinggang payung tdb. Ketika kaumnya hendak melakukan kebaktian betapa terkejutnya mrk melihat tuhan2 mrk hancur berantakan.  Ibrahim pun disidang raja Namrud : apakah engkau Ibrahim yg menghancurkan tuhan2 kami ini ? Ibrahim : Bukankah yg besar dari mrk yg ada kapak di pinggangnya, kenapa tidak tuan tanya saja dia, jika memang dia bisa bicara ? Namrud : engkau tahu dia tidak bisa bicara (dan berbuat apa2). Ibrahim : klw begitu, kenapa tuan2 menyembah tuhan2 selain Allah yg tidak memberi manfaat dan juga tidak memberi madhorot ? Betapa bodohnya, apakah tuan2 tidak berakal ? QS.21:57-67.

Dg murka Namrud bertanya : apa bedanya Aku sbg Tuhan, dg Tuhan kamu ? . Dg tenang Inrahim menjawab : Allah tuhanku menghidupkan dan mematkan, sedangkan engkau dihidupkan dan dimatikan !  Namrud berdiri berkacak pinggang : Aku tuhan menghidupkan dan mematkan ! seraya memanggil salah seorang rakyanya. Lihat Ibrahim ! Org ini aku hidupkan : hidup engkau !sambil ditepuk pundaknya.  Yg ini aku matikan , mati engkau ! Sambil ditebas lehernya. Matikan ?
Tetapi Allah menerbitkan matahari dari timur, coba engkau tebitkan dari barat. Bingunglah dia raja kafir itu . QS.2:258.
Namrud Berteriak membentak : Ibrahim ! sekarang buktikan tuhanmu dapat menghidupkan dan mematikan !
(Lanjutan MHI-4)
Sesudah Namrud mendesak Ibrahim agar tuhannya membuktikan dpt menghidupkan yg mati, .....
Ibrahim langsung berdo'a kpd Allah : yaa Rabb ! Tolong tunjukkan kpdku bgamna Cara Engkau menghidupkan yg mati ?
Allah : apakah engkau blm percaya ?
Ibrahim : yaa aku percaya tetapi agar hatiku tenang
Allah: klw begitu, ambil empat ekor burung, lalu sembelih, cincang, aduk( sehingga tidak dpt diketahui bagian burung yg satu dg lainnya), lau jadikan empat bagian, taruh masing2 di empat puncak gunung, kemudian engkau panggil mrk, niscaya mrk  datang kepadamu segera. Dan ketahuilah bhw Allah itu maha gagah dan maha  bijaksana. QS.2:260.

Apa yg diperintahkan Allah Ibrahim menjalankannya, empat bagian cincangan burung yg sudah diletakkan di empat puncak gunung itu Ibrahim segera memanggilnya : Wahai burung2kemarilah atas izin Allah ! Tiba2 seluruh cincangan burung itu terbang ke angkasa di atas kepala Ibrahim dg disaksikan Namrud serta rakyatnya, bergulung, bergumul,lalu berubah menjadi empat ekor burung terbang menghadap Ibrahim, inilah salah satu mu'jizat Ibrahim AS.

Apakah Namrud beriman kpd kerasulan Ibrahim dg bukti yg ajaib itu? Ternyata tiddak !
Namrud murka : Ibrahim! Apa untungnya klw beriman kpd Tuhan kamu dan apa ruginya klw kafir ?
Ibrahim : yg betiman dan berbuat baik, Allah janjikan syurga, dan yg kafir Allah sediakan neraka !
Namrud : apa itu neraka?
Ibrahim : Api yg panas dan mmbakar
Namrud: Aku Tuhan! Engkau beriman kpdku aku berikan syurga, engkau ingkar, aku bakar dg api !
Ibrahim :
?? ??? ??? ????
Tidak ada tuhan kecuali Allaaah !
Namrud : Bakar dia! Dan bantu tuhanmu jika kamu melakukannya.
( api pun dinyalakan) dan Ibrahim akan dilemparkan ke api

(Lanjutan MHI-5) saat api telah berkobar, Ibrahim dihadapkan kpd pilihan berat : "apakah dia akan berpihak kpd Allah, resikonya dibakar, atau dia berpihak kpd dirinya sendiri dg mengakui tuhannya Namrud" selamat dari api ". Inilah pilihan hanief yg pertama "antara Allah dg dirinya sendiri"

Dengan mantap Ibrahim memilih Allah, sehingga ketika dia dilemparkan ke dalam api dia pun berkata :
???? ???? ????? ????
Cukuplah bagiku Allah, dan inilah sebaik-baik yg aku serahi urusan

Namun apa yg terjadi ? Seketika tubuh Ibrahim tiba di atas api yg berkobar itu, Allah berfirman :
????? ???? ???? ?????? ??? ???????
Wahai api jadilah engkau dingin dan selamat atas Ibrahim QS.21:69.
Terjadilah keajaiban, Ibrahim di dalam api merasa dingin dan nyaman, orang2 disekitar api minggir kepanasan.
Demikianlah ketika manusia berpihak kpd Allah, maka Allah pun berpihak kpdnya, sampai2 sunnahNya, api itu panas dan membakar pun serta merta dirubah olehAllah menjadi dingin dan menyelamatkan.
???? ???? ???? ???? ???? ???? ???? ?????
Saat pilihan keberpihakan antara Allah atau diri, Ibrahim bulat memilih Allah, karena Allah pemilik hakiki dirinya, Allah baqa (kekal) dirinya fana (pasti binasa), kematian dunia dalam hanief adalah pintu untuk kehidupan syurga abadi akhirat. Andai dia memilih kehidupan dirinya saat itu, toh nantinya pasti mati juga, tetapi kekafirannya kpd Allah, dan imannya kpd tuhan Namrud pasti mengekalkan neraka atas dirinya di akhirat.
Dia pilih Allah, dia pilih bahagia akhirat, dia korbankan dirinya, dia tinggalkan dunia. Namun faktanya Allah pun berpihak kpdanya.
(Lanjutan MHI-6)
Semula Ibrahim AS. Menjalani tugas risalahnya di Babilonia (Irak, sekarang) di sinilah dia berhapadan dg seorang tiran, raja yg menobatkan dirnya sebagai tuhan.
Di sini pula haniefnya Ibrahim saat dibakar, lalu apinya didinginkan Allah. Kemudian Ibrahim hijrah ke Hebron (Palestina, sekarang) dg istrinya bernama Sarah. Puluhan tahun sudah Ibrahim menjalani khidupan rumah tangga, namun belum juga dikaruniai keturunan,
lalu hijrah lagi ke Lembah Bakkah (Makkah) dg istrinya Hajar, Ibrahim pun tak henti2nya berdo'a, dan berdo'a :
?? ?? ?? ?? ????????
Wahai tuhan yg mengurusku! Anugrahilah aku keturunan yg saleh QS.37: 99-100. Di usia tua akhirnya Allah berikan kegembiraan Hajar pun hamil, Ibrahim pun senang dan syukur luar biasa. Namun ujian hanief nya belum juga usai.
Saat-2 menanti persalinan, Ibrahim diperintahkan Allah untuk meninggalkan istrinya yg sedang hamil tua, di lembah tandus tanpa pepohonan, tanpa air, tanpa makanan, tanpa manusia lain. Ibrahim harus kembali ke Hebron, tempat Sarah istri pertamanya tinggal.
Pilihan ini ternyata lbh berat, antara Allah dg dirinya dan isttinya.
Ibrahim : Wahai Hajar istriku, aku diperintahkan Allah meninggalkanmu di sini, untuk kembali ke Hebron.
Hajar: Wahai Ibrahim suamiku! Jika itu perintah Allah, laksanakan saja, hamba yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yg patuh.
Ibrahim, terharu serta syukur, istrinya Hajar seorang yg haniefah (berpihak kpd kebenaran, Allah)
Dia naik ke bukit, lalu berdo'a menitipkan keluarganya kpd Allah :  Yaa Allah, yaa Rabbanaa .... QS.14:37.
(Lanjutan MHI-7)

Di atas bukit Inrahim brdo'a :
(Baca terjahnya di QS.14:37)

Do'a Ibrahim kpd Allah untuk keluarga itu intinya empat :
1)shalat (ibadah)
2)simpati orang(akhlak mulia)
3)Rezeki (pasilitas hidup)
4) Syukur ( moral)

Tidak ada keterangan brp lama sejak Ibrahim pergi, Hajar melahirkan sendirian di lembah bakkah, tandus, musim panas, seorang putra yg diberi nama "ISMA'IL" (do'a didengar). Setelah dibersihkan darahnya, ismail mungil itu disusui, namun sayang air susu Hajar tak kunjung keluar. Hajar pun menderita kehausan, dg. rasa sedih dia menatap bukit Shafa, tampak patamorgsna di sana ada air, Hajar pun bergegas menuju Shafa, meninggalkan Ismail menangis di sisi Ka'bah.Ketika tiba di Shafa, dia layangkan pandangannya ke Ismail di sisi Ka'bah sambil bertakbir, namun ketika pandangannya di arahkan ke arah utara bukit Marwah, tampak di sana ada air, Hajar pun bergegas ke Marwah, tiba di Marwah air tak didapatinya, dia layangkan pandangannya ke Ismail di sisi Ka'bah sambil bertakbir, air pun tampak ada di Shafa, kembali ke Shafa, lalu ke Marwah lagi, hingga kali yg ke tujuh, di Marwah Hajar ambruk, tak sanggup lg jalan. Hajar berdo'a : Yaa Rabb ! Aku haus, tapi aku pernah minum, anakku haus dia belum pernah minum ! Allah mengutus Jibril untuk menghentakkan sayapnya di dekat tumit Ismail, tiba2 memancarlah air... Dg sisa2 tenaganya Hajar menuju ke sana, air yg memancar itu didekapnya seraya berkata "ZAM, ZAM"( berkumpullah, berkumpullah), dg penuh rasa syukur, dia pun minum sekenyangnya, dipangkulah Ismail dan di susuinya di atas sebuah batu, kini disebut HIJIR ISMAIL (pangkuan Ismail).
???? ???? ???? ???? ???? ???? ???? ?????

 (bersambung)

Wallahu A'lam
AL AZHAR QURBAN HOME DELIVERY : Kami Antar Qurban Anda Ke Rumah/Masjid - Kambing 30 Kg 2.4 Juta - Sapi 300 Kg 16.1 Juta (Free Biaya Kirim) Telp 7221504

0 komentar:

Posting Komentar