Sabtu, 06 Juli 2013

Langkah Boleh Salah, Niat Ga Boleh Salah (Bagian 1)


Ditulis Oleh: Ust. Yusuf Mansyur

Saya bersyukur kepada Allah... Berterima kasih kepada-Nya. DIA-lah al HAADI, Yang Maha Memberikan Petunjuk.

Ga kurang, Menteri BUMN, Pak Dahlan Iskan, yang membaca potensi kekuatan ekonomi ummat, melalui Gerakan PatunganUsaha, lalu ikut memberi perhatian, diskusi, dan urun rembuk, mencarikan solusi&jalan keluar. Pak Menteri bahkan menyempatkan bermalam di Pesantren Daarul Qur'an, dengan segala kesederhanaannya, padahal beliau seorang menteri. Sampe kepada solusi membuat koperasi, atau... Membuat/mendirikan perusahaan Non Listed Public Company, yang sahamnya bisa dimiliki oleh 1000 orang.

Kawan-kawan yang bergelut di dunia pasar modal, hukum/lawyer, media, perbankan, asuransi, praktisi, dosen-dosen, pemilik-pemilik sekuritas, hingga senior seperti Pak Marzuki Usman, pada memberi masukan berharga buat langkah ke depan. Supaya bukan cuma bener di niat, tapi juga bener di langkah, legal, peraturan.

Kalangan pengusaha juga menyambut baik ide kepemilikan usaha dengan melibatkan masyarakat secara langsung ini. Mereka melihat, ini bukan hal baru. Ide lama. Tapi seperti menemukan spirit barunya. Yah, saat ekonomi bener-bener berwajah kapitalis dan materialis, tiba-tiba gerakan PatunganUsaha, muncul.

Diskusi masih terus berjalan. Namun sudah kelihatan bentuknya. Saya berterima kasih bener sama Allah. Bila langkah tidak diayun, dan tanpa Izin-Nya, tentu tidak akan mengundang orang-orang pinter u/ membantu menyempurnakannya. Juga dengan Izin-Nya semua ini.
Saya tulislah hikmah demi hikmah, sambil memohon doa dari kawan-kawan agar gerakan ini pecah telor.

(Bersambung).

Ditulis Oleh: Ust. Yusuf Mansyur

0 komentar:

Posting Komentar