Senin, 11 Februari 2013

Asuransi Tuhan (Part one)

Dalam tulisan ini, penulis tidak sedang membahas halal-haramnya asuransi, penulis hanya ingin menjelaskan bahwa Allah swt pencipta kita telah menawarkan berbagai jenis ‘asuransi’ yang unlimited, namun terkadang kita lebih percaya kepada asuransi-asuransi yg ditawarkan manusia, daripada percaya kepada yg ditawarkan-Nya…. Allah Yatuubu ‘alaina…

Mari kita simak jenis-jenis ‘Asuransi Tuhan’…

A. Asuransi Bencana (kebakaran, kecelakaan, kemalingan, dll.)        
Di antara orang yang udah ikut asuransi bencana yang ditawarkan Allah swt adalah sahabat Rasulullah SAW, seorang pakar al-Qur’an dan ulama di zaman sahabat, sang Qodhi perdana di kota Damaskus, beliau adalah Uwaimir bin Malik atau biasa terkenal dengan Abu Darda’ RA. (w. 32 H/652 M.).
    
Suatu hari, setelah shalat subuh, saat Abu Darda RA. sedang duduk di Masjid agung Umawi di Damaskus, datanglah seorang laki-laki berteriak memanggil beliau: “Wahai Abu Darda’ buruan Balik¸rumah kamu kebakaran)”!!.Kemudian Abu Darda’ RA memandangi laki-laki itu dan berkata dengan tenang: “Engga mungkin… rumahku engga mungkin terbakar”…”Hai Abu Darda’… rumah kamu kebakaran”, teriak laki-laki itu mencoba meyakinkan Abu Darda’ RA kembali…”Engga… Allah engga mungkin berbuat demikian”, jawab Abu Darda’ RA dengan penuh keyakinan….”Seluruh rumah di daerahmu telah terbakar, sedangkan rumahmu berada di tengah rumah-rumah itu, maka pasti rumahmu telah terbakar”, timpal laki-laki itu… Kemudian Abu Darda’ RA berkata: “Allah engga mungkin gitu (membiarkan rumahku terbakar) selama aku berdoa saat pagi dan sore dengan doa yang telah diajarkan Rasulullah SAW padaku: Allahumma Anta Rabbi, Laa ilaaha illa anta, ‘Alaika tawakkaltu, wa Anta Rabb ul-’Arsy il-Adziim, MasyaAllahu Kaan, wa Ma Lam Yasya’ lam Yakun, La Haula wa la Quwwata Illa b il-Lah il-’Aliyy il-Adziim, A’lamu ann Allaha ‘ala kulli Syaiin Qodiir, wa ann Allaha qad Ahaatha bi Kulli Syaiin ‘Ilma, Allahumma inni Audzu bika min Syarri Nafsii, wa min syarri kulli Daabbatin anta Aakhidzun bi Naashiyatiha, Inna Rabbi ‘ala Shiraathin Mustaqiim”. (Doa ini terdapat di kitab al-Adzkar  karya Imam Nawawi).

Setelah Abu Darda’ RA berbincang-bincang dengan laki-laki itu, mereka berdua beranjak pergi menuju daerah tempat kebakaran tersebut. Maka tampaklah bahwa seluruh rumah di daerah itu hangus terbakar, kecuali rumah milik Abu Darda’ RA…. Subhanallah… Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa membaca doa ini di pagi hari, maka ia tidak akan tertimpa bencana sampai sore (malam) hari itu, dan barangsiapa membacanya di waktu sore (malam) maka bencana tak akan menimpanya sampai pagi esok harinya[1].Subhanallah…Adakah asuransi yang lebih agung dari asuransi ini??!!  

B. Asuransi Komprehensif
Selain doa harian di atas, Allah SWT juga telah menyediakan asuransi komprehensif (Rezeki, keselamatan, dan berbagai kebahagiaan) harian. Bagi siapa yang melaksanakannya, maka ia berada dalam tanggungan/jaminan Allah SWT sehari penuh. Hanya ada satu syarat untuk ikut asuransi ini, yaitu shalat shubuh berjamaah di masjid.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa melaksanakan shalat shubuh (berjamaah), maka ia berada pada jaminan/tanggungan Allah SWT (di hari itu)”. (HR. Muslim).

Jika penguasa jagat raya ini (Allah SWT) telah menjamin kita, adakah yang bisa mengancam keselamatan kita?! Adakah yang bisa menghalangi kita meraih kebahagiaan dan kemakmuran?!

Namun, bagaimana umat Islam akan sejahtera, tentram dan bahagia, jika masjid-masjid mereka kosong saat shalat shubuh berjamaah?!

Kalo istilah Gus Mus (KH. Mushtafa Bisri), umat Islam Indonesia itu “lebih seneng ngebuat garasi daripada ngisi garasi itu dengan mobil”. Katanya, mereka lebih senang membuat dan menghias masjid daripada ngisi masjidnya dengan jamaah shalat. Bahkan mereka rela berdiri berjam-jam menadah ember di jalanan, untuk meminta sumbangan pembangunan masjidnya. Tapi setelah jadi, masjid itu kosong melompong tanpa jamaah.
Saat berkunjung ke Damaskus tempo lalu, Gus Mus pernah bercerita kepada kami (masyarakat Indonesia di Damaskus), bahwa pernah suatu hari beliau kemaleman, setelah menghadiri suatu acara. Karena waktu hampir menjelang shubuh, maka beliau mampir di sebuah masjid yang megah di pinggir jalan. Setelah melakukan shalat sunnah, beliau melihat ke kiri dan ke kanan. Dan tak seorangpun beliau liat berada di masjid tersebut, selain beliau, padahal waktu sudah menjelang azan shubuh. Selang beberapa menit, beliau melihat seorang kakek masuk masjid dan langsung mengumandangkan azan shubuh. Waktu qomat sudah hampir masuk, namun tak ada orang yang berada di masjid itu selain beliau dan kakek tadi. Setelah beberapa menit, kakek tadi mengumandangkan Iqomah, pertanda shalat akan dilaksanakan, namun lagi-lagi tidak ada selain mereka berdua. Maka kemudian kakek itu bertindak sebagai Imam shalat shubuh itu. Seusai shalat, dalam hati beliau berucap: “Kalau tidak ada saya, maka kakek inilah yang akan merangkap menjadi Muazin, pelantunQomat, Imam, plus Jamaah” !!!… Sungguh disayangkan, jika kemegahan masjid tidak diiringi dengan antusiasme masyarakat untuk mengisinya dengan shalat berjamaah dan kegiatan-kegiatan keislaman lainnya….Wallahu a’lam b ish-Shawab….

To Be Continued…. Insyaallah…

(Di “ASURANSI TUHAN (Part Two)” Insyaallah akan kita bahas berbagai jenis asuransi lainnya, yang ditawarkan Allah SWT kepada kita, seperti Asuransi Kesehatan, Asuransi Masa Depan Anak, Asuransi agar Anak Keturunan Terhindar dari Cacat, Asuransi Terlilit Hutang, dll… sampai Asuransi Masuk Surga…. Insyaallah… Semoga kita diberi panjang umur yang berkah dan selalu dalam lindungan dan ridho Allah SWT… Amin…)
[1] (untuk mengetahui kisah dan hadits ini, Lih: al-Adzkar, Imam Nawawi, 1/184; Tarikh Madinati Dimaysq, Imam Ibn Asakir, 37/4;  Ihya Ulum id-Din, Imam al-Ghozali, 1/315. Dalam Takhrij Hadits-hadits al-Ihya, disebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabarani)


0 komentar:

Posting Komentar