Senin, 14 November 2011

Mustahik Jadi Milyader

Semua orang pasti ingin sukses, ingin makmur, ingin punya rizki yang banyak, ingin bisa hidup sejahtera, ingin beli rumah, ingin bisa nyekolahin anak ke sekolah yang bagus dan lain sebagainya. Hal ini menjadi hak siapa saja bukan hanya orang kaya tapi juga mustahik sekalipun.

Suatu ketika datang seseorang ke sebuah lembaga zakat, sebut saja namanya Andrian. Beliau adalah seorang ibnu sabil, dalam surat At Taubah 60 dijelaskan bahwa seseorang yang dalam perjalanan dan kehabisan bekal merupakan mustahik yang berhak atas dana zakat. Beliau perantau asal Jawa Timur, dengan berbekal ijasah Sarjana Ekonomi (SE), dan istrinya seorang dokter hewan, pada tahun 2008 pasangan muda ini menuju Jakarta untuk mengadu nasib.

Harapan dan doa dipanjatkan agar Allah senantiasa memberikan jalan yang terbaik untuk mencari rizki. Sesampainya di Jakarta, ternyata justru musibah menimpanya. Tas dan seluruh isi nya termasuk dompet dan hp satu-satunya pun raib di ambil orang tak dikenal pada saat beliau dan istrinya terlelap tidur di atas kereta. Tidak ada yang tersisa, semuanya hilang, bahkan bajunya pun tinggal yang menempel di badannya saja. Ijasah beliau dan istrinya pun ikut raib. Dalam kebingunan yang luar biasa, beliau teringat dengan kata “zakat”. Maka beliau mencari informasi tentang lembaga zakat di Jakarta dan kemudian mendatanginya berharap untuk mendapatkan bantuan.

Ikhtiarnya menuju sebuah lembaga zakat ditempuh dengan berjalan kaki, dan selama perjalan beliau berargumentasi dengan hati dan fikirannya, “saya ke Jakarta harusnya bisa jadi muzakki (pembayar zakat), tapi hari ini justru jadi mustahik (penerima zakat). Maka ikhtiar beliau pun tidak sia-sia, sebuah lembaga amil zakat membantunya. Walaupun tidak besar dana yang beliau terima, namun uang itu sebagai modal awal untuk bergerak di Jakarta.

Andrian tidak patah arang, justru lebih mendidih semangatnya untuk mewujudkan impian. Andrian kemudian bekerja sebagai sopir, istrinya menjadi babby sitter, beberapa bulan kemudian menjadi sales. Ada nilai semangat dari setiap makanan yang beliau nikmati dari zakat, beliau berucap; ”satu suap makanan yang masuk kedalam mulut ini, harus menjadi sepuluh suap buat orang lain”. Masya Allah..

Maka hari ini Andrian telah menjadi Presiden Direktur perusahaan konsultan properti miliknya sendiri yang telah memiliki aset milyaran rupiah. Nilai spiritual dalam berbagi itulah ternyata yang menjadi kunci sukses bagi Andrian. Semangatnya mengantar Andian menjadi milyader dalam kurun waktu 3 tahun. Saya meyakini, bukan hanya karena pintar, kerja keras dan optimis saja akan tetapi ada kekuatan lain yaitu dengan melibatkan Allah SWT melalui berbagi.

Kebanyakan orang yang kesulitan cenderung “menikmati” menjadi peminta-minta, maka banyak lembaga zakat yang melayani mustahik dari bulan ke bulan mereka lagi mereka lagi, datang lagi datang lagi. Bukannya nggak boleh, memang itu hak mereka akan tetapi semangat maju dan sukses harus tumbuh dari diri sendiri. Bukankah dalam Al Qur’an Surat 13:11 Allah berfirman: “Ssesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka”.

Dalam kesuksesan Andrian hari ini beliau semakin meyakini bahwa “Kitalah yang Butuh Zakat, bukan mereka”. Semakin orang berzakat dan bersedekah maka Allah hadirkan kesuburan rizki dan perlipatgandaan yang banyak serta keberkahan. Subhanallah. Semoga ini menjadi inspirasi untuk kita semua, juga buat para mustahik, bahwa keberhasilan bukan dominasi orang kaya, namun keberhasilan adalah milik kita semua. Insya Allah. Wallahu ‘alam…..

0 komentar:

Posting Komentar