Senin, 14 November 2011

Andai Lebih Jauh, Andai Yang Baru, Andai Semuanya

Merupakan kebiasaan Rasulullah pada saat sahabatnya meninggal dunia, beliau bersilaturrahim kepada keluarganya. Suatu ketika Rasulullah bersilaturrahim kepada keluarga sahabat usai pemakaman. Kepada istri sahabatnya itu beliau bertanya. ”Adakah wasiat suamimu sebelum meninggal, “tanya Rasulullah. “Ada tiga ya Rasul, namun semuanya saya tidak paham maksudnya” jawab istrinya. Yang pertama; Andai lebih jauh. Kedua; Andai yang baru. Ketiga; Andai semuanya.

Kemudian Rasulullah menjelaskan arti wasit tersebut. Ternyata Allah memberikan gambaran kepada manusia menjelang ajal, betapa luar biasanya balasan atas amal sholeh dan perbuatan baik selama di dunia. Suatu ketika sahabat ini berjalan menuju masjid, ditengah jalan kakek tua yang tertatih-tatih menuju masjid, kemudian beliau menolongnya, namun jarak menuju masjid tidak jauh lagi. Menjelang ajal Allah memperlihatkan balasan menolong orang tua tadi, sehingga menjelang sakaratulmaut beliau berucap, “Andai lebih jauh”. Andai jarak ke masjid lebih jauh, sehingga beliau bias menolong kakek tua tadi lebih jauh, maka pasti Allah akan membalas dengan balasan yang jah lebih baik lagi.

Kemudian suatu ketika beliau melakukan perjalanan menaiki unta, di jalan sahabat ini bertemu dengan seseorang yang kedinginan, kemudian beliau turun dari untanya dan mencopot baju hangatnya yang sedang dipakai, dan dipakaikan kepada orang yang sedang kedinginan itu. Sedangkan beliau mengambil baju hangat yang baru dari untanya dan kemudian dipakai dan selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan. Subhanallah… Menjelang ajalnya, Allah memperlihatkan balasan yang baik atas memberikan bantuan baju hangat bekasnya itu, lalu beliau berucap, ”Andai yang baru… Andai yang baru… Andai yang baru yang diberikan kepada orang yang sedang kedinginan itu, pasti Allah akan membalas dengan balasan yang jauh lebih baik lagi”.

Suatu ketika sesampai di rumah setelah malakukan perjalanan jauh, belia disiapkan roti oleh istrinya untuk makan malam. Disaat roti sudah siap disantap, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, ternyata tamunya adalah seorang janda dan anak yatim yang membutuhkan makanan. Sahabat ini kemudian memotong rotinya menjadi dua bagian, yang setengah diberikan kepada janda dan anak yatim, yang setengahnya lagi dimakan. Kemudian menjelang ajal Allah memperlihatkan balasan yang baik dari apa yang telah diperbuatnya memberikan sepotong roti, kemudia beliau berucap,”Andai semuanya”. Andai semua roti yang diberikan kepada tamunya, pasti Allah akan membalasnya dengan balasan yang lebih baik. Subhanallah. Sabahat ini telah berbuat baik namun menyesal karena belum maksimal dalam bersedekah.

Berbuat kebajikan tidak harus nunggu ramadhan. Menghidupkan empati dan nurani hingga ajal menjemput. Sedekah dengan yang terbaik harus menjadi budaya yang menghiasi indahnya kehidupan kita. Wallahu’alam.

4 komentar:

PPPA Daarul Qur'an Nusantara mengatakan...

semangat meraih bekal akherat...adakah kita seperti itu??...smg bisaaaa....aminnn

Mustaqim Al Fath mengatakan...

Subhanallah Betapa luar biasanya balasan atas amal sholeh dan perbuatan baik selama di dunia

sangaji bagus nugroho mengatakan...

Terima Kasih Darul Quran

fakhruddin mengatakan...

Periwayat hadits dan derajatnya?

Posting Komentar