Senin, 16 Desember 2013

Hadiah Fatihah dari Gontor

Alhamdulillah, saat mengantar putra saya Muhammad Fatih Husna yang baru nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor 2 Madusari, Kec Siman, Kab Ponorogo, Jawa Timur, saya menikmati sholat berjamaah di Masjid Gontor. 

 Beberapa menit jelang adzan dikumandangkan, para santri baru mendapat aba-aba untuk segera berhimpun di masjid. Aba-aba yang diberikan sungguh heboh, mulai dengan klakson motor, bel sepeda onthel, dan tepukan tangan pertanda anak-anak harus segera bersiap dan segera menuju masjid. Tidak boleh terlambat, semua santri sudah harus berada di dalam masjid sebelum adzan berkumandang. 

Yang melanggar prosedur baku ini bakal kena punishment. Peraturan ini untuk membiasakan santri sholat tepat waktu dan berjamaah di masjid, dengan busana serapi mungkin; Peci, sarung bersabuk, disertai sajadah terselempang di pundak kanan. Bersama orangtua santri lainnya, saya tenggelam dalam ribuan santri baru. 

Di bawah komando Asaatidz Gontor, ribuan anak itu langsung menyatu dan kompak dalam melakukan berbagai aktivitas seperti baris-berbaris, termasuk sholat berjamaah, yang dilanjutkan dzikir, dan berdo’a. Saya merinding menyimak bacaan Al Fatihah yang dilantunkan imam. 

Perasaan saya kian berdebur, ketika penghujung surah itu disahuti dengan koor amiiin yang menggema ke seantero masjid. Sungguh mengharukan. Usai salam, imam sholat memimpin dzikir dan do’a. Nah, sebelum melanjutkan dengan sholat sunat ba’diyah, ribuan santri dipimpin Sang Imam membacakan Surah Al Fatihah sebagai hadiah yang dipersembahkan bagi para orangtua mereka. ‘’Untuk orangtua kita agar Allah hadirkan kepadanya kesehatan, keselamatan, keberkahan serta kelapangan rizki, Al Faatihah....,’’ 

komando Ustadz dari mimbar yang disambut spontan seluruh santri dengan gema Fatihah. Subhanallah, itulah puncak keharuan saya, sehingga tak terbendung lagi airmata menetes dan mengalir di pipi. Sungguh saya merasa bahagia, sebagaimana para orangtua santri lainnya. Mengenai kedahsyatan Surat Al Fatihah, Rasulullah SAW mengatakan, ‘’Induk dari semua surah dalam Al-Qur’an (Ummul Qur`an) adalah tujuh ayat yang sering berulang dibaca dan Al-Qur’an yang agung” (HR Bukhori dari Abu Hurairah ra). 

Dan, bagi Nabi Muhammad SAW serta umatnya lah kedahsyatan Al Fatihah dipersembahkan. Seperti dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim (1/554) dan An-Nasa`i (2/138) dari Ibnu Abbas ra, suatu ketika Malaikat Jibril sedang duduk di sisi Rasulullah SAW. 

Tiba-tiba terdengar suara retakan dari arah atas mereka. Jibril lalu mengangkat kepalanya seraya berkata, “Itu suara salah satu pintu di langit yang baru kali ini dibuka.’’ Dari pintu itu, turunlah satu malaikat bergabung dengan mereka. Kata Jibril kepada Nabi, “Ini malaikat yang baru kali ini turun ke bumi.’’ 

Malaikat itu mengucapkan salam, dan berkata, “Bergembiralah kamu wahai Muhammad dengan dua cahaya yang diberikan khusus kepadamu, yaitu Fatihatul Kitab (Surah Al-Fatihah) dan beberapa ayat penutup surah Al- Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf pun darinya kecuali pasti engkau akan mendapatkannya.” Para ulama mengatakan bahwa surah ini merangkum intisari ajaran Al Qur'an. Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sebagaimana dikatakan oleh sebagian salaf bahwa al-Fatihah menyimpan rahasia [ajaran] al-Qur'an, sedangkan rahasia surat ini adalah kalimat 'Iyyaka na'budu wa Iyyaka nasta'in'. 

Bagian yang pertama (Iyyaka na'budu) adalah pernyataan sikap berlepas diri dari syirik. Adapun bagian yang kedua (Iyyaka nasta'in) adalah pernyataan sikap berlepas diri dari [kemandirian] daya dan kekuatan, serta menyerahkan [segala urusan] kepada Allah 'azza wa jalla” (Tafsir al-Qur'an al-'Azhim [1/34] cet. al-Maktabah at-Taufiqiyah). Al Fatihah mengandung ajaran tauhid dan do’a. Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Surat ini mengandung makna-makna yang agung. 

Di dalamnya terkandung ketiga macam tauhid. Yang pertama adalah 'al-Hamdu lillahi Rabbil 'alamin' di dalamnya terkandung tauhid rububiyah. Lalu 'ar- Rahmanir Rahim, Maaliki yaumid diin' di dalamnya terkandung tauhid asma' wa shifat. 'Iyyaka na'budu wa Iyyaka nasta'in' di dalamnya terkandung tauhid ibadah. Sehingga ia telah mencakup ketiga macam tauhid tersebut. 

Ia juga mengandung dua macam doa; sebab doa itu ada dua macam; doa ibadah dan doa mas'alah. Doa ibadah adalah pujian kepada Allah 'azza wa jalla dan berbagai bentuk dzikir kepada Allah 'azza wa jalla. Adapun doa mas'alah adalah permintaan berbagai kebutuhan kepada Allah jalla wa 'ala; inipun terdapat di dalamnya. 

Yaitu dalam ayat 'Ihdinash shirathal mUstadzaqim, Shirathalladzina an'amta 'alaihim'; ini semuanya adalah permintaan dan doa. Oleh karena itulah dianjurkan setelah selesai membacanya untuk mengucapkan amin; artinya ya Allah kabulkanlah. 

Padahal ucapan amin digunakan hanya untuk doa. Surat Al-Fatihah ini semuanya berisi doa, baik doa ibadah maupun doa mas'alah” (lihat Syarh Ba'dhu Fawa'id Surah al-Fatihah, hal. 7-8 cet. Dar al-Imam Ahmad). Imam An-Nasa`i meriwayatkan dalam As-Sunan Al-Kubra (5/12) dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW menyatakan, “Shalat ini (Al- Fatihah) dibagi antara Aku dengan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta. Jika hamba membaca, “Alhamdu lillahi Rabbil ‘alamin”, Allah berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.” 

Jika dia membaca, “Arrahmanir rahim”, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.” Jika hamba membaca, “Maliki yaumid din”, Allah berfirman, “Hamba-Ku memuliakan-Ku.” -Atau Allah berfirman, “Hamba-Ku telah berserah diri kepada-Ku.”- Jika hamba mengucapkan, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”, Allah berfirman, “Ini antara Aku dengan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.” Seperti disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori (III/ 342) dari Abu Said Al-Khudri ra, Surah Al-Fatihah bisa digunakan untuk meruqyah (menyembuhkan). 

 Dengan kedahsyatan Al Fatihah yang sedemikian rupa, apalagi yang dihadiahkan oleh ribuan santri Gontor setiap lima waktu sehari, saya merasa menjadi orang tua yang sangat beruntung. Sebab, tidak semua orang mempunyai anak yang mau mondok, mau belajar agama, mau prihatin untuk sebuah masa depan yang baik. 

Begitu juga kebiasaan yang dilakukan oleh ribuan santri Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an dan juga santri Rumah Tahfidz dipenjuru negeri ini dan mancanagara, setiap hari mendoakan dan menghadiahkan Al-Fatihah untuk para orang tua dan juga untuk para donatur. Ahmad Fuady, penulis novel Negeri Lima Menara yang menjadi inspirasi anak saya untuk mondok, pun mengakui awalnya ogah disuruh orangtuanya mondok. Dan sebaliknya, banyak orangtua yang tidak siap untuk melepas anaknya mondok.

Kamis, 21 November 2013

Ayam kosek

Panjiwo merupakan rumah makan yang telah berdiri sejak tahun 2004. Terletak di kota magelang, rumah makan ini mengangkat konsep traditional dengan tempat saung-saung lesehan, yang sangat nyaman dan sangat cocok untuk berkumpul dengan keluarga, teman dan kerabat. Didukung pula dengan masakan yang sangat menggugah selera, salah satunya adalah "AYAM KOSEK", yang telah menjadi trendsetter kuliner hingga sekarang :). Tak hanya ayam kosek, rumah makan panjiwo juga mempunyai beberapa masakan andalan lain yang tidak kalah seru seperti ayam kremes,ayam panggang,gurami asam manis dan berbagai masakan traditional lainnya.

Hingga saat ini rumah makan ayam kosek panjiwo telah mempunyai 12 cabang di 8 kota, dengan rata - rata setiap cabangnya mampu menghabiskan 150 ekor ayam kampung dalam sehari dan tentunya ramai dikunjungi pelanggan tiap harinya.

Ingin bergabung waralaba ayam kosek panjiwo ?
klik disini :)




Sabtu, 06 Juli 2013

Dahlan Iskan dan Yusuf Mansur Ajak Umat Patungan Usaha

DIDUKUNG: Dahlan Iskan (baju putih) dan Yusuf Mansur (peci hitam) di depan ribuan jamaah Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (30/6)

JAKARTA - Dahlan Iskan kembali menegaskan dukungannya terhadap program patungan usaha dan aset dari Ustadz Yusuf Mansur . Saat ikut pengajian rutin ustadz muda itu di Masjid Istiqlal Jakarta Minggu (30/6), menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan membantu agar program patungan usaha itu bisa dilegalkan dalam bentuk badan usaha. ”Supaya clean and clear,” kata Dahlan Iskan.

Legalitas program patungan ini, menurut Dahlan Iskan diperlukan untuk memenuhi syarat supaya bisa didaftarkan di Badan Pengawasan dan Penanaman Modal (Bapepam) . Statusnya, sebagai perusaan publik non listed. ”Saya akan mengawal program ini sampai jalan. Demi nama baik umat Islam,” tegas Dahlan Iskan.

Sebelumnya, dalam pengajian rutin akhir bulan itu, Ustadz Yusuf Mansur kembali membahas program patungan usaha. Yakni, kegiatan mengajak umat Islam untuk investasi secara bersama-sama, memodali usaha atau pembangunan aset untuk kepentingan umat Islam.

Program ini sudah dirintis pendakwah asal Cipondoh, Tangerang ini sejak dua tahun lalu. Hasilnya, antara lain berupa pembangunan hotel untuk penginapan jamaah umrah dan haji di Cipondoh yang kini tengah dalam tahap penyelesaian.

Lewat dana patungan yang sudah terkumpul, Yusuf Mansur juga tengah merintis perusahaan jasa umrah dan haji. Termasuk, rencana pengadaan pesawat khusus untuk umrah dan haji.

Dahlan Iskan pernah mendapat penjelasan langsung tentang program patungan usaha dan aset ini dari Yusuf Mansur pertengahan Juni lalu. Yakni, saat dia berkunjung sekaligus menginap di pondok pesantren ustadz yang dikenal sebagai salah satu penggerak gerakan bersedekah ini.

Waktu itu, Dahlan Iskan sangat tertarik. Dia menilai, program ini punya potensi besar untuk menggalang dana dari masyarakat untuk menggerakkan ekonomi Indonesia.

Saat itu pula, menteri yang memang sangat getol mendorong kewirausahaan ini, terlibat diskusi panjang dengan Yusuf Mansur. Antara lain, dia memberi saran-saran agar program ini bisa lebih berkembang secara bisnis.

Di depan sekitar lima ribu jamaah yang hadir di Masjid Istiqlal Minggu (30/6), Dahlan Iskan mengatakan, jika sudah berbentuk badan usaha yang terdaftar secara hukum, program patungan ini potensial untuk menarik dana masyarakat dengan lebih optimal lagi. Nantinya, dana masyarakat itu akan dirupakan dalam bentuk saham.

”Jika yang menanam saham sudah banyak, maka bisa mematok target lebih tinggi lagi, Misalnya, mengakuisi saham Bank Muamalat,” kata Dahlan Iskan.

Yusuf Mansur sendiri mengaku senang dengan masukan Dahlan Iskan itu. Dia menyebut masukan itu adalah penyempurnaan dari program patungan itu. ”Sehingga, program patungan ini tidak hanya benar di niat. Tapi, juga secara aturan dan legal,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yusuf Mansur dan Dahlan Iskan melontarkan ajakan kepada para jamaah yang hadir untuk mendukung program patungan. Spontan, hampir semua dari ribuan jamaah itu mengacungkan tangan, siap mendukung program patungan.

Antusias para jamaah itu untuk mendukung program yang digagas Yusuf Mansur dan didukung Dahlan Iskan itu antara lain juga ditunjukkan dengan cara bersedia antre untuk bersalaman dengan dua tokoh itu. Mereka berbaris tertib, menunggu giliran bersalaman dengan DahlanIskan dan Yusuf Mansur . (ag/pam/medcen)

sumber

Langkah Boleh Salah, Niat Ga Boleh Salah (Bagian 1)


Ditulis Oleh: Ust. Yusuf Mansyur

Saya bersyukur kepada Allah... Berterima kasih kepada-Nya. DIA-lah al HAADI, Yang Maha Memberikan Petunjuk.

Ga kurang, Menteri BUMN, Pak Dahlan Iskan, yang membaca potensi kekuatan ekonomi ummat, melalui Gerakan PatunganUsaha, lalu ikut memberi perhatian, diskusi, dan urun rembuk, mencarikan solusi&jalan keluar. Pak Menteri bahkan menyempatkan bermalam di Pesantren Daarul Qur'an, dengan segala kesederhanaannya, padahal beliau seorang menteri. Sampe kepada solusi membuat koperasi, atau... Membuat/mendirikan perusahaan Non Listed Public Company, yang sahamnya bisa dimiliki oleh 1000 orang.

Kawan-kawan yang bergelut di dunia pasar modal, hukum/lawyer, media, perbankan, asuransi, praktisi, dosen-dosen, pemilik-pemilik sekuritas, hingga senior seperti Pak Marzuki Usman, pada memberi masukan berharga buat langkah ke depan. Supaya bukan cuma bener di niat, tapi juga bener di langkah, legal, peraturan.

Kalangan pengusaha juga menyambut baik ide kepemilikan usaha dengan melibatkan masyarakat secara langsung ini. Mereka melihat, ini bukan hal baru. Ide lama. Tapi seperti menemukan spirit barunya. Yah, saat ekonomi bener-bener berwajah kapitalis dan materialis, tiba-tiba gerakan PatunganUsaha, muncul.

Diskusi masih terus berjalan. Namun sudah kelihatan bentuknya. Saya berterima kasih bener sama Allah. Bila langkah tidak diayun, dan tanpa Izin-Nya, tentu tidak akan mengundang orang-orang pinter u/ membantu menyempurnakannya. Juga dengan Izin-Nya semua ini.
Saya tulislah hikmah demi hikmah, sambil memohon doa dari kawan-kawan agar gerakan ini pecah telor.

(Bersambung).

Ditulis Oleh: Ust. Yusuf Mansyur

Selasa, 11 Juni 2013

300 Ribu di Ganti 33 juta

Assalamualaikum Wr. Wb. Ustadz Sani…
Pertama2 saya ingin memperkenalkan diri, nama saya : Lusy Mardiani

(twitter : @LusyMardiani). Saya ingin berbagi cerita tentang baiknya Allah kepada yang mau bersedekah.
Jadi ceritanya tahun kemarin kan ust Yusuf Mansur ngajakin kita-kita untuk ikutan bersedekah di tanggal 27 April 2012. Nah saya tertarik kepingin ikutan bersedekah untuk sawah. Di kantong tinggal 500 ribu ustadz, maklum tanggal tua tapi keinginan untuk ikutan sedekah begitu dalam.

Akhirnya nekad sebelum bank buka saya sdh standby di bank mau transfer 300rb untuk sedekah sawah yang waktu itu Ust. Yusuf Mansur mau beli di Sukabumi (kalo gak salah).

Keajaiban mulai saya rasakan nih stadz, abis transfer eh suami diminta tugas di Bandung selama 1 thn (saya tetap di Jakarta) artinya dia setiap hari diitung tugas luar kota, jadi setiap bulan ada pemasukan tambahan sekitar 3 jutaan (dari uang ini jadi rumah stadz he he Alhamdulillah).

Gaji tetap plus uang tambahan itu. Dan itu berjalan sampai 1 th diakhir tugas suami naik gaji, trus jadi karyawan teladan dapat hadiah uang (3 juta lagi) dan dikasih bonus tahunan. Jadi gaji pas bulan feb 2013 sebesar 33 jutaan ustadz. Yang jelas ketika Ust. Sani posting foto-foto sawah yang sedang panen di twitter @AnwarSani_MOZA itu saya pun ikut panen “UANG”ustadz.

Semua serba 3 nih judulnya sedekah 300 ribu, tiap bulan dikasih tambahan uang 3 jutaan (dah buat nyicil KPR rumah), jadi karyawan teladan dapat uang 3 juta, gaji bulan Februari 2013 menjadi 33 juta.

Alhamdulillah walau gaji selanjutnya back to basic karena suami sudah kembali kerja di Jakarta lagi, tetap bersyukur, tetap sedekah, tetap bayar zakat, tetap berbagi dengan anak yatim.

Semoga saya bisa dimampukan sedekah jor-joran seperti yang lain. Amiiiiin.

Aslinya malu ustadz cerita begini, soalnya ngomongin uang terus ya he.. he.., gak papa semoga bisa mengispirasi orang lain bahwa janji Allah benar adanya

Testimoni dari @LusyMardiani

Akibat Menunda Zakat

Siang itu, Boy seorang professional muda yang bekerja disebuah perusahaan media cetak otomotif datang ke kantor LAZ APU. Dengan semangat 45 ia dating untuk menunaikan zakat. Hari itu Boy datang tidak seperti biasanya, dia datang diawal bulan, biasanya Boy rutin akhir bulan sudah menunaikan zakat. Setalah zakat tertunaikan Boy cerita dengan serunya, Boy baru saja kehilangan uang 10 juta rupiah gara-gara menunda zakat. Begini ceritanya.

Suatu Pagi itu Boy minta tolong sama OB di kantor untuk membelikan Koran yang banyak iklan jual beli mobil dan motor. Hari itu terbersit dalam hatinya pengen sekali beli motor sport bekas. Selain mendapatkan penghasilan dari gaji bulanan, ia juga punya bisnis bersama teman-temannya menjual onderdil dan sepeda pixi yang lagi ngetrend saat itu. Ternyata ia mendapatkan keuntungan yang luar biasa karena saat itu sepeda pxi sedang digandrungi anak-anak muda.

Pagi itu Boy lagi berkantong tebal, gaji sudah ditangan dan keuntungan bisnis sudah memenuhi rekening tabungannya. Masih muda, pegang duit banyak, belum punya istri juga, waaaah maka pikirannya melayang untuk beli kendaraan. Masih alhamdulllah sih nggak kepikiran tentang kemaksiatan he.. he.. Bolak balik Boy ngari-nyari motor yang bagus dideretan iklan baris di koran itu. Walau ia sudah punya mobil dan motor tapi Boy kepengen lagi untuk 1 motor lagi.

Mata Boy tertuju kepada iklan-iklan motor, setelah disisir iklan tersebut dari halaman ke halaman, ternyata tidak menemukan motor yang diidam-idamkan. Koran ditutup dan ditaruh diatas meja, nggak lama kemudian pikirannya berkata “Kalo nggak ada motor kenapa nggak cari mobil aja mumpung sudah ada korannya, toh isinya komplit, ada iklan motor ada iklan mobil. Diambilnya lagi koran yang sudah ditutup itu dan kembali dibuka-buka. Pandangannnya tertuju kepada sebuah iklan mobil yang sangat menggiurkan.

Ada mobil mewah dijual murah, maka spontan Boy mengambil hand phone nya untuk mengontak nomor telpon yang ada diiklan tersebut.

(+) Halo, bener pak ini dengan yang jual mobil mewah harga murah..?
(-) Betul pak, bisa dibantu..?
(+) Itu mobil sudah ada yang mau apa belum..?
(-) Kebetulan belum pak..
(+) Harganya bener tuh segitu..?
(-) Betul pak, Bapak berminat..? Kalo berminat harus cepet pak, soalnya sudah banyak yang nanyain.
(+) Oooo gitu ya, kalo gitu dimana alamatnya..? saya segera kesana, kalo bisa jangan dikasih siapa-siapa ya.
(-) Baik pak, kita ketemu dibelakang rumah sakit Bekasi ya, tapi harus sekarang pak, kalo nggak keburu dibeli sama orang lain.
(+) Oke-oke saya kesana sekarang, tolong jangan dilepas ke orang lain ya.

Boy langsung tancap gas, mengunakan mobil miliknya. Izin dari kantor mau beli mobil mewah harga murah yang berlokasi di Bekasi. Ia kebayang dengan mobil mewah harga murah itu, ia bisa jual dan akan mendapat keuntungan lumayan besar. Soalnya ada temannya yang nyari mobil seperti itu. Lagi-lagi otak bisnisnya jalan, Boy mencoba ntuk mendapatkan harga murah dan kemudiaan dijual lagi dengan harga normal dengan harapan akan dapat keuntungan, sehingga uangnya akan bertambah lagi.

Sambil melakukan perjalanan menuju ke Bekasi ia menelpon sahabatnya untuk ditawarin mobil yang akan dibelinya itu. Temannya pun tertarik, bahkan ditawarkan dengan harga tinggi juga mau. Boy sudah kebayang berapa keuntungan yang akan ia peroleh. Dalam keceriaan itu, ia ditelpon sang pemilik mobil mewah yang ada di iklan Koran itu.

(-) Pak jadi ambil mobil saya..?
(+) Jadi, jangan dilepas kesiapa-siapa-siapa ya.
(-) Tapi ini suda ada yang nawar, gimana pak..?
(+) Jangaaaaan, jangan dilepas, buat saya aja..
(-) Kalo gitu kasih DP nya dulu dong pak, biar kita nggak jual ke orang lain.
(+) Oke kalo gitu saya mampir ATM dulu ya, sebentar ya, saya mapir ATM dulu.
(-) Baik pak, transfer sekarang ya pak.
(+) Okay saya transfer sekarang nih sudah deket ATM.

Kemudian sang pemiik mobil it memberikan nomor rekening bank dan Boy pun segera mentransfernya.
(+) Hallo.. Pak saya sudah transfer ya..
(-) Berapa pak..?
(+) Barusan saya transfer 5 jt. Cukupkan..? Pokoknya jangan dilepas sama orang lain ya..
(-) Wah kalo segitu kurang pak, kan mobilnya mewah, masak ditransfer 5 juta doang.
(+) Trus berapa dong..?
(-) Tambah 5 juta lagi lah pak, kalo Bapak tambah 5 juta lagi saya jamin nggak saya kasih ke orang lain.
(+) Okey saya balik ke ATM lagi, saya tambah 5 juta ya. Tapi bener lho ya jangan dilepas ke orang lain.
(-) Baik pak..

Boy kembali lagi ke ATM karena yang ditransfer kurang, Boy menambahkan lagi 5 juta sehingga jumlah yang ditransfer sebagai DP sebesar 10 juta rupiah. Bpy tancap gas lagi menuju tempat yang dijanjikan. Diperjalanan, temen yang berminat beli mobil sudah menelponnya lagi untuk segera bisa diantar mobilnya ke rumah. Waaaaaaaah dah kebayang tuh keuntungannya. Ambil mobil bayar murah, langsung dijual harga tingga.. “Sehari bisa dapet utung banyak nih”, katanya dalam hati. Boy semangat bahkan ngebut agar segera sampai di lokasi.

Mendekati lokasi yang dijanjikan, Boy menelpon pemilik mobil itu dan ternyata hp nya sudah tidak bisa dihubungi. Boy ulang lagi berkali-kali dan ternyata bener-bener tidak bisa dihubungi lagi. Boy masih berbaik sangka, mungkin lagi onlin, maka ditelpon lagi, dan ternyata berkali-kali di telp hp benar-benar tidak bisa dihubungi lagi. Menit ke menit, jam ke jam Boy menunggu ditempat yang dijanjikan ternyata tidak ada. Boy masih tunggu mungkin masih dalam perjalanan, ternyata bener-bener nggak datang dan tidak bisa dihubungi lagi. Masya Allah..

Baru kemudia dia sadar, bahwa ia telah tertipu. Belum pernah ketemu orangnya dan belum lihat mobilnya tapi sudah berani transfer 10 juta rupiah. Masya Allah dalam kekesalnnya ia bilang, ”Kenapa gua baru sadar ya, kenapa gue bego ya, kenapa.. kenapa.. kenapa..?”

Uang 10 juta lewat, karena tertipu.. Ia merenung, kenapa nih pagi-pagi dahkayak orang bego, dari pengen motor jadi pengen mobil, ketemu mobil harga murah dan ditawarin ke temennya langsung mau,, eeee malah ketipu, pengennya untung malah buntung. Masya Allah.

Lalu ia bertestimoni, “kayaknya Allah nguji saya nih, gara-gara saya nunda-nunda zakat, uang lagi banyak, keuntungan bisnis lagi oke, gaji ditangan , kantong tebel, tapi saya bilang Zakatnya ntar aja. Ternyata Allah ambil uang saya dengan cara tertipu”.

Setelah itu dia kapok untuk nunda-nunda zakat, pokonya setelah gajian langsung beresin zakatnya, setelah dapat kentungan langsung keluarin zakatnya. Padaha kalo dihitung bayar zakatnya harusnya nggak sebanyak itu tapi karena menunda zakat maka Allah ambil dengan cara paksa dan jauh lebih besar dari yang seharusnya dikeluarka sebagi zakat.

Senin, 10 Juni 2013

Batal Umroh Berangkat Haji

Ustadz Rachman Gayo, sahabat saya dari Aceh yang sudah puluhan tahun mengabdi di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Waktu itu ia menjadi kepala sekretariat masjid. Walau harus menglaju dari rumahnya di daerah Bekasi, Jawa Barat, Ustadz Rahman selalu berusaha memberikan layanan terbaik untuk kenyamanan beribadah jamaah. Saya mengenal beliau sebagai orang yang tulus dan juga gigih.

Dalam catatan dan jadwal pemberangkatan umroh tahunan Masjid Agung Al-Azhar, nama beliau tercantum sebagai salah satu calon tour leader. Tentu itu membuat hatinya sumringah, karena ke Mekah adalah impian semua Muslim, termasuk Ustadz Rachman.

Jadwal sudah di tangan, ilmu tata cara umroh sudah di luar kepala, maka beliau tinggal menunggu hari keberangkatan.

Sayangnya, di hari pemberangkatan, jamaah yang mengikuti ternyata tidak terlalu banyak. Tidak mencapai kuota minimum jumlah peserta satu angkatan. Maka, jamaah yang sudah mendaftarkan kemudian digabungkan dengan jamaah umroh jadwal keberangkatan berikutnya.

Tentu karena jamaah umroh yang terjadwal tidak berangkat, maka Ustadz Rachman pun tidak jadi berangkat ke Tanah Suci. Padahal, keinginan beliau ke Baitullah begitu membara, terlebih ia memang belum pernah ke sana.

Beliau sangat berharap bisa berangkat sesuai jadwal, doa terus dipanjatkan agar Allah mudahkan dirinya bisa mencium ka’bah dan ziarah ke makam Rasulullah SAW.

Itulah rencana manusia, jadwal yang sudah tersusun rapi tetap semua menjadi urusan Allah, berangkat atau tidak adalah urusan Allah. Jika Allah mudahkan maka dimudakan, jika Allah tunda maka akan tertunda. Secara hitungan diatas kertas jadwal sudah didepan mata, pelatihan menjadi tour leader sudah didapat, tata cara umroh sudah diluar kepala, namun semua masih rahasia Allah. Tugas manusia hanyalah ikhtiar, Allah yang menentukan segalanya.

Karena jamaah digabung dengan pemberangkatan berikutnya, maka sebagai calon tour leader harus ikhlas untuk tidak jadi berangkat karena jadwal keberangkatan berikutnya sudah ada pembimbing dan tour leadernya, dan jadwal tetap berlaku sesuai dengan yang sudah tertulis.

Alhamdulillah, saya mengenal Ustadz Rachman orang yang tulus dan memahami kondisi bahkan ikhlas karena Allah, karena yang berhak memberangkatkan ke tanah suci bukan siapa-siapa, bukan juga pengurus yayasan akan tetapi Allah lah yang maha memberangkatkan ke tanah suci. Keyakinan itu begitu menghujam dalam diri Ustadz Rachman.

Bulan demi bulan berlalu, sampai batas akhir pelaksanaan umroh selesai yaitu di bulan Ramadhan. Beliau hanya bisa menitipkan doa kepada sahabat-sahabatnya yang berangkat ke baitullah agar suatu saat nanti Allah akan memberangkatkannya.

Ba’da Ramadhan sudah tidak ada lagi pemberangkatan umroh karena oleh pemerintahan Arab Saudi digunakan sebagai persiapan menyambut bulan Haji.  Maka sampai ramadhan pun Ustadz Rachman tidak jadi berangkat umroh. Beliau menerima takdir ini, dan terus mensyukuri nikmat-nikmat Allah lainnya yang telah dianugerahkan kepadanya.

Hingga suatu hari, datang surat undangan yang ditujukan kepada pengurus Masjid Agung Al-Azhar yang berisi undangan menjadi tamu Allah (berangkat haji) sekaligus menjadi tamu kehormatan kerajaan Arab Saudi.

Pengurus Masjid menggelar rapat, siapa kira-kira yang akan diberangkatkan ke tanah suci sebagai tamu undangan dari Kerajaan Arab Saudi ini. Atas izin Allah dan didasarkan berbagai pertimbangan bahwa pengurus-pengurus lainnya sudah pernah ke tanah suci, maka terpilih nama Ustadz Abdul Ranchman Gayo yang ditunjuk mewakili Al-Azhar memenuhi undangan berangkat Haji sekaligus jadi tamu kehormatan dari kerajaan.

Subhanallah, ternyata Allah membayar keikhlasan Ustadz Rachman batal umroh dan malah diganti dengan berangkat Haji, bahkan berangkatnya tahun itu juga. Begitu mudahnya jika Allah berkehendak, padahal jika mendaftarkan haji regular butuh waktu bertahun-tahun untuk menunggu giliran, bahkan harus mengeluarkan biaya dimuka. Ustadz Rachman berangkat ke tanah suci bukan untuk umroh akan tetapi langsung Haji bahkan menjadi tamu kehormatan dari kerajaan Arab Saudi. Subhanallah. Jika bukan Allah yang mengatur ini semua, maka tidak akan terjadi kisah ini.

Semoga menjadi inspirasi buat kita semua, pesan saya kepada para perindu baitullah untuk menguatkan niat untuk berangkat ke tanah suci, ikhtiar semaksimal kita mampu, sabar dan tawakkal kepada Allah, maka Allah akan menyempurnakannya.  Saya yakin keajaiban ini juga bisa terjadi kepada Anda semua. Insya Allah.